Flowchart berpikir mengenai relasi antara Tuhan dan kejahatan (Evil, Setan) ini dibuat oleh pemikir Atheis. Tapi saya bukan atheis, hanya saja satu aspek ini cukup untuk membuktikan bahwa pikiran manusia itu mbulet. Cuman membuat suatu dalil untuk menutupi hal sebelumnya yg tak terjawab lalu maju ke satu hal tak bisa menjawab lagi bikin dalil lagi, begitu seterusnya sampai ntar balik lagi ke titik pertama. Muter-muter. Bukankah begitu yg kalian alami berdebat dengan para bigot itu?.


Berpikir tentang suatu hal yang sangat (terlalu) besar maka kabur interkoneksi alur logisnya satu dengan yang lain tanpa disadari membentuk suatu siklus berputar-putar sendiri. Belum lagi pikirannya dibuat malfungsi dan kesadarannya berkabut, sehingga bila hendak ditunjukkan kenyataan ini tak mampu memahami, serta merta waham kecurigaan tanpa pikir panjang, mengingkari atau mengancam dengan menakut-nakuti “Lihat saja nanti setelah mati kamu disiksa api neraka!”. Betul? Tanpa disadarinya kesadarannya sudah mati di saat itu juga, dan penderitaan rasa terbakarnya yg dirasakannya itulah yg dikomunikasi ke anda dengan kata “neraka” itu. Kalau tidak percaya, teruskan saja. Mereka bisa membunuh dengan itu.

Bukan saya hendak mengatakan Tuhan tidak ada, tetapi KALIAN SENDIRILAH yang salah karena BERPIKIR tentang Tuhan yg dituangkan dalam Theologia2 buatan manusia! Tidak memahami esensi Kitab Taurat yang memang ditulis dalam bahasa kode dan memiliki 4 lapisan kedalaman (PARDES : Pshat-Remesh-Drush-Sod)!

Inilah pembuktian non-historical melainkan de facto bahwa telah terjadi pengkooptasian (pencurian) naskah Kitab Taurat yang pada galibnya memunculkan perang-perang agama tak berkesudahan selama 2000 tahun terakhir ini.

Tanpa anda sadari, anda adalah roh-roh yang membunuh atau yang mati terbunuh — dengan segala variasinya– dimasa lalu itu dan membawa api DENDAM yang tak bekesudahan. Maka muncul bermanifestasi kembali masa ini dalam energi kebigotan!

Itulah yang dinamakan Samsara. Yang pada hakikatnya adalah pengembaraan pikiran (yg termanifestasi dalam wujud pengalaman seolah nyata), berputar-putar tumimbal lahir melakoni pengembaraan khayalannya sendiri tanpa ujung pangkal.

Pengejaran dirinya sendiri terhadap kebajikan parsial itu pada lanjutnya meninggalkan jejak kejahatan tanpa disadarinya. Dan itulah carut-marut yang terjadi di atas bumi ini. Hal yang secara luar-biasa direvelasikan oleh Tuhan YME dalam kanvas peta konflik politik dunia agama di akhir zaman ini supaya anda menyaksikan sendiri bagaimana permainan penghulu2 dunia (MARA) itu memutar-mutar anda dalam ombang-ambing samsara.

Oleh karena itu, langkah pertama bagi kalian haruslah mampu untuk MEMAAFKAN DIRI SENDIRI dan berdamai dengan REALITA (Kesunyataan) !

Kalau engkau memiliki mata hendaklah melihat.
Yang memiliki telinga hendaklah mendengar.

Rahayu!