Ternyata, setiap aktivitas, rutinitas sehari-hari kita membuat otak “melebar dan menyusut”, untuk lebih jelasnya tentang Bagaimana aktivitas sehari-hari mempengaruhi otak? Silahkan simak informasinya di bawah ini.

Bagaimana aktivitas sehari-hari mempengaruhi otak?

1. Membaca membantu melatih otak

Hasil sebuah penelitian oleh para ilmuwan Universitas Oxford menunjukkan bahwa membaca meningkatkan kemampuan kognitif kita. Selain itu, kegiatan ini mengaktifkan banyak area otak yang kurang digunakan atau terlupakan.

Proses membaca membantu melatih kemampuan kognitif kita.

Saat membaca, darah akan memasuki daerah otak yang bertanggung jawab terhadap konsentrasi dan kesadaran, sehingga merangsang dan mempercepat aktivitas. Ini tidak terjadi saat kita bermain game atau nonton TV.

2. Kurang tidur mengurangi ingatan

Para ilmuwan di University of California di Berkeley telah menemukan bahwa kekurangan tidur menyebabkan sel-sel otak hancur, meningkatkan kemungkinan kehilangan ingatan dan menyebabkan Alzheimer.

Sebaliknya, jika Anda memiliki kualitas tidur, jauh di malam hari, sel akan melumpuhkan zat beracun yang membahayakan otak.

3. Stres jangka panjang mempengaruhi otak

Seseorang juga dapat menyadari bahwa stres jangka panjang menyebabkan ingatan kita, kemampuan belajar, konsentrasi menurun.

4. Cinta dan benci didominasi oleh otak

Menurut periset Inggris, cinta dan kebencian berasal dari wilayah otak yang sama.

Tapi tidak seperti kebencian, cinta menyebabkan aktivitas daerah bertanggung jawab atas penilaian dan pemikiran logis menurun secara signifikan. Ini membuktikan bahwa ungkapan “cinta membuat orang buta” tidak salah.

5. Otak sensitif terhadap kekurangan air

80% otak adalah air. Oleh karena itu, kekurangan air hanya sekitar 2% cukup menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah yang menyebabkan penurunan memori jangka pendek, konsentrasi dan mempengaruhi kemampuan kognitif lainnya.

6. Kehamilan membuat struktur otak berubah

Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa kehamilan mengurangi jumlah materi abu-abu di wilayah otak yang bertanggung jawab untuk memahami dan memahami orang lain. Alasannya adalah bahwa selama kehamilan, otak seorang wanita akan lebih fokus pada hubungan dengan anak di perut untuk memahami kebutuhan anak serta potensi bahaya dari luar.

7. Diet gula tinggi membuat kehilangan ingatan dan penyakit belajar

Jika makanan sehari-hari mengandung banyak fruktosa, aktivitas otak akan tertunda, berkurangnya pembelajaran, konsentrasi dan daya ingat.

Pasalnya, gula darah tinggi akan menghancurkan koneksi saraf ke daerah yang digunakan untuk mengingat kejadian otak. Khususnya, gula dalam minuman, permen, minuman manis, … lebih berbahaya daripada gula dalam pati.

Agar otak tetap berfungsi dengan baik, sebaiknya tambahkan produk ikan, minyak ikan, minyak alami yang mengandung asam lemak omega 3 yang berfungsi untuk menghilangkan efek gangguan tersebut.

8. Menggambar juga mengaktifkan kekuatan otak

Para ilmuwan telah mempelajari pengaruh seni pada orang-orang berusia antara 62 dan 70 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa menggambar atau sekadar menonton karya seni juga bisa membuat perbedaan. Hubungan antara daerah otak meningkat dan membantu memperlambat proses penuaan.