Subdit resmob polda metro jaya berhasil menangkap rizki (18), pembunuh seorang wanita paruh baya di bekasi yang bernama maria. selain membunuh, pelaku juga mengambil barang berharga korban.

kabid humas polda metro jaya kombes raden prabowo argo yuowno mengatakan, motif pelaku membunuh dan mengambil barang berharga lantaran membutuhkan uang untuk membiayai pengobatan nenek dari nya di ngawi, jawa timur.

“jadi pelaku telepon dan bilang jika neneknya sakit dan butuh duit untuk biaya pengobatan sehingga pelaku mencuri dua handphone, kendaraan beroda empat avanza dan uang rp 250 ribu,” katanya di polda metro jaya, selasa (10/10).

argo mengulas, insiden itu terjadi pada pertengahan september 2017. di mana pelaku bekerja di rumah korban sebagai kuli untuk merenovasi plafon rumah korban.

“saat itu, pelaku mengaku acapkali dimarahi oleh korban alasannya pelaku tidak menjaga kebersihan rumah. lalu pelaku sakit hati, pada akhir bulan september 2017 secara membisu-membisu masuk ke dalam rumah korban melalui jendela ruang tamu. saat itu ia melihat korban sedang tidur, lalu pelaku bersemsuara di dalam kamar mandi dekat gudang. saat di dalam kamar mandi ia mendengar korban ke luar dari rumah. pelaku pribadi mengambil satu handphone blackberry dan keluar dari rumah,” terperincinya.

“saat itu belum ada niat untuk membunuh. pelaku juga sakit hati alasannya acapkali dimarahi,” tambah argo.

rupanya, lanjut argo, pelaku masih belum puas mencuri barang berharga milik nenek maria. apalagi, pelaku meminta uang untuk pengobatan neneknya.

“akhirnya, pada selasa, 3 oktober 2017 sekira pukul 08.00 wib, pelaku kembali masuk ke dalam rumah korban dengan cara yang sama dan kembali bersemsuara di dalam kamar mandi. ia juga memperhatikan korban yang ke luar dari dalam rumah. sekitar 30 menit lamanya, korban kembali masuk ke dalam rumah. saat itu pelaku mencekik korban hingga pingsan dan tergeletak di lantai. dalam kondisi korban masih pingsan, pelaku mencari lakban dan tali rafia di dalam gudang dan mengikat tangan korban dengan tali,” beber argo.

setelah diikat, korban sempat sadarkan diri. namun, alasannya pelaku takut korban berteriak, pelaku mengambil bantal sofa untuk menutup muka korban hingga meninggal dunia.

“usai itu pelaku mengambil kembali handphone milik korban, uang rp 250 ribu dan membawa kabur kendaraan beroda empat avanza yang terparkir di halaman rumah,” ujar argo.

dari kejadian itu, polisi menemukan kendaraan beroda empat yang dicuri pelaku di kawasan ngawi, jawa timur dan menangkapnya di lokasi yang sama.

“kita kenakan pasal 338 dan pasal 365 dengan ancaman penjara 10 tahun penjara,” pungkasnya.